Lomba KBGI

Salam BAJA BETON!

Hey kawan Teknik Sipil UNEJ, ini dia ada kontes perancangan bangunan yang sangat bergengsi dan ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia yang biasa disebut KJI dan KBGI. Diadakan dengan kerjasama dengan dikti dan hadiah puluhan juta rupiah.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan proposal usulan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Ke-8 dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Ke-4 Tahun 2012.

Tim KJI

Prestasi menjadi juara umum di KBGI ke 2 layak menjadi kado manis bagi Universitas Jember yang bulan November ini meniti usia yang ke 46.

Lomba Kuat Tekan Beton 2015

Inovasi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) ternyata tidak terbatas pada mobil listrik dan aero modelling saja. Tim bernama Logawa Teloelas justru merambah ke bidang bahan bangunan, dalam hal ini beton.

Terdiri atas Beny Rahmatulla, Tedy Pranadiarso, dan Nanang Lutfian Putra, tim tersebut mampu membuat beton dengan kekuatan yang maksimal namun dengan biaya yang cukup murah. Tidak mengherankan inovasi tersebut keluar sebagai jawara dalam kompetisi nasional bertajuk Indonesian Civil And Enviromental Festival (ICEF) 2014.

Uniknya, beton yang mereka buat berasal dari bahan campuran limbah kaca dan seng tutup botol minuman. Meski terbuat dari limbah, kekuatan beton karya tiga sekawan tersebut tidak perlu diragukan. Bahkan, beton yang mereka ciptakan bahkan memiliki kekuatan paling tinggi dibandingkan karya peserta lainnya.

“Kekuatan beton buatan kami yang paling dekat dengan kriteria yang telah ditentukan oleh panitia. Komposisi bahan yang merupakan bahan limbah dan ongkos pembuatannya yang murah mampu menarik perhatian para juri sehingga kami keluar sebagai juara pertama,” ujar Tedy, seperti dikutip dari laman Unej, Minggu (30/11/2014).

Keberhasilan Tim Logawa Teloelas mendapat pujian dari Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Unej, Sumardji. Selain bangga, Sumardji menilai, keikutsertaan mahasiswa dalam ajang kompetisi nasional dapat menjadi sarana meningkatkan kemampuan mereka dalam hal merancang bahan bangunan dengan kekuatan maksimal namun dengan biaya yang minimal.